Tuesday, January 1, 2013

Triclosan dan Efek Sampingya

Komponen dasar sabun mandi adalah basa dan asam. Sabun membersihkan permukaan kulit dengan menurunkan tegangan permukaan air dan mengikat partikel kotoran, minyak, bakteri, dan virus.
Sebagian besar sabun biasa mampu melakukan tugasnya dengan baik. Lalu, mengapa sabun antibakteri menjadi sangat populer digunakan di rumah? Sebelumnya, sabun antibakteri hanya digunakan di rumah sakit. Perilaku kompulsif obsesif yang didorong iklan masif untuk tetap bersih tanpa ada kuman, telah membuka jalan bagi sabun antibakteri untuk digunakan di rumah-rumah.

Bahaya Triclosan
Agen antibakteri utama yang digunakan pada sabun antibakteri adalah triclosan.

Masalah bisa muncul ketika triclosan digunakan secara berlebihan.

Triclosan bekerja dengan membunuh bakteri baik serta jahat bersamaan. Namun, ketika ada bakteri yang tersisa, mereka akan kehilangan kompetitor sekaligus pendukung yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya.

Kondisi ini akan memicu bakteri bermutasi dan mengembangkan resistansi terhadap antibakteri bahkan antibiotik yang pada akhirnya memicu komplikasi kesehatan serius.
Selain membunuh bakteri, triclosan diketahui membunuh sel-sel manusia juga.

Untuk dipahami, sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus dan bukan bakteri. Sabun antibakteri memiliki kelemahan karena tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi virus.

Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, selama tahun-tahun awal dianjurkan untuk membiarkan bayi terekspos dengan kuman yang normal menghuni rumah.
Jika rumah dibuat bebas kuman sama sekali, bayi tidak mendapatkan kesempatan terpapar pada organisme tersebut yang berarti tidak memberi kesempatan tubuh mengembangkan sistem kekebalan yang memadai.

Fakta lain, studi menunjukkan bahwa triclosan dalam sabun antibakteri bereaksi dengan klorin dalam air (terutama kolam renang) membentuk kloroform yang bersifat karsinogenik bagi manusia.
Penggunaan berlebih triclosan juga berpotensi memicu gangguan pada sistem endokrin.
Saat memasuki tubuh, triclosan mengganggu fungsi hormon tiroid mengakibatkan peningkatan aktivitas di sel-sel otak yang berhubungan dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali serta penurunan berat badan abnormal.

Penggunaan triclosan juga memiliki pengaruh buruk pada lingkungan. Triclosan yang dibuang di saluran air tidak dapat dinetralkan oleh instalasi pengolahan air.
Triclosan tetap tinggal sebagai sedimen dan memberi pengaruh buruk pada habitat air.
Dengan demikian, triclosan berpotensi memicu ketidakseimbangan dalam ekosistem.
Membersihkan tubuh dari bakteri tentu saja baik. Hanya yang perlu diperhatikan adalah apakah keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan kerugiannya. [bumbata.co]

No comments:

Post a Comment

Random Post